Facebook Gue

Rabu, 12 Oktober 2011

NAMA      : MUSTAMIR ARIFIN
NIM          :  09422017
JURUSAN : ILMU PERPUSTAKAAN

Informasi merupakan keluaran atau produk ( output ) yang berasal dari data yang telah diproses dan dimanipulasikan untuk menunjang tercapainya suatu atau beberapa tujuan yang tertentu ; lazimnya ia dimanfaatkan dalam proses proses pengambilan keputusan atau sebagai dasar ataupun penjelasan  atau kelengkapan laporan.
Dalam pendapat Martino (1968) yang mengatakan bahwa informasi itu sebenarnya adalah sepotong pengetahuan (a piece of knowledge) yang mengandung unsur kejutan (surprise) sebab, kalau ia tidak mengandung unsur kejutan ini, maka ia dianggap tidak relevan ataupun hanya sebagai data biasa (bahan mentah) saja. Informasi juga dapat diartikan suatu rekaman atau fenomena yang diamati,atau berupa putusan putusan yang dibuat (Eastabrook,1977:245).
Ilmu informasi adalah sebuah ilmu yang multi disiplin dan multi aspek. Oleh karenanya dalam aplikasinya,melibatkan berbagai pakar dari berbagai ahli. Ilmu informasi berkaitan dengan content dan context. Ia bukan sekedar teks yang bebas nilai.
Dalam pengertian ilmiah data diartikan sebagai figur (atau angka angka) yang sebenarnya tidak memberikan arti apa apa sebelum ia diproses dalam suatu bentuk yang terstruktur. Sejumlah data yang relevan, yang disusun menurut suatu sistem tertentu (terstruktur jadinya), akan membentuk suatu fakta, dan sejumlah fakta tertentu yang tersusun secara sistematis akan menciptakan suatu teori yang mudah dipahami. Dengan kata lain, data merupakan suatu elemen yang terkecil dari suatu teori dalam bidang pengetahuan tertentu. Manfaat data adalah sebagai satuan representasi yang dapat di ingat, direkam, dan dapat diolah menjadi informasi.

Sejarah ilmu informasi

Pada abad ke-19 tanda-tanda pertama ilmu informasi muncul sebagai yang terpisah dan berbeda dari ilmu-ilmu lain dan ilmu sosial tetapi dalam hubungannya dengan komunikasi dan komputasi.

Disiplin Dokumentasi Eropa, yang menandai awal landasan teoritis ilmu informasi modern, muncul di bagian akhir abad ke-19 bersama-sama dengan beberapa indeks lebih ilmiah yang bertujuan untuk mengatur literatur ilmiah. informasi ilmu pengetahuan Kebanyakan sejarawan mengutip Paulus otlet dan Henri La Fontaine sebagai bapak ilmu informasi dengan pendirian Institut Internasional Bibliografi (IIB) pada tahun 1895

Transisi untuk ilmu informasi modern

Dengan tahun 1950-an datang meningkatnya kesadaran potensi perangkat otomatis untuk mencari literatur dan penyimpanan informasi dan pengambilan. Sebagai konsep-konsep ini tumbuh dalam besar dan potensial, begitu pula berbagai kepentingan ilmu informasi. Pada 1960-an dan 70-an, ada pindah dari pengolahan batch ke mode online, dari mainframe ke mini dan mikrokomputer. Selain itu, batas-batas tradisional antara disiplin mulai pudar dan banyak informasi sarjana ilmu bergabung dengan program perpustakaan. Mereka lebih lanjut membuat dirinya multidisipliner dengan memasukkan disiplin dalam ilmu, humaniora dan ilmu sosial, serta program profesi lainnya, seperti hukum dan kedokteran dalam kurikulum mereka. Pada 1980-an, database besar, seperti Grateful Med di National Library of Medicine , dan berorientasi layanan pengguna seperti Dialog dan Compuserve , yang untuk pertama kalinya dapat diakses oleh individu-individu dari komputer pribadi mereka. Tahun 1980-an juga melihat munculnya berbagai kelompok kepentingan khusus untuk merespon perubahan. Hari ini, sebagian besar informasi ilmu pengetahuan dasar memeriksa teknis, konsekuensi sosial, dan pemahaman teoritis database online, penggunaan luas database dalam pemerintahan, industri, dan pendidikan, dan pengembangan internet dan World Wide Web. [17]

 Drs.Pawit M.Yusuf
Pedoman Mencari Sumber Ilmu
Remadja Karya,Jakarta,1988.

Soejono Trimo,MLS
Dari Dokumentasi Kesistem Informasi Manajemen
Remadja Karya,Bandung,1987.

Jam 20.00, tgl 16 10 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar